Friday, October 9, 2009

Terlupa

Kubiarkan berjalan apa adanya
Karena aku seperti itu adanya
Kubiarkan berlari melambat
Karena cepat itu ambisius

Kuberikan separuh hatiku
Karena kau tak pantas menangis
Kuhancurkan separuh jiwaku
Karena tak pantas untukmu

Tapi,

Mengapa tak kau tegur aku
Biar aku tahu arti hidupku
Mengapa tak kau peluk aku
Biar jalan itu hanya satu

Hanya puing berserakan
Terkais dan tertiup angin
Tak terlihat
Tak terasa
Itulah kenangan yang terlupa
Bak pisang mati setelah berbuah

Monday, October 5, 2009

Rindu Persahabatan


Kabut pekat pandangan mata
Hilang jauh dari nyata
Suara itu mengelak
Telingapun Mulai sesak

Bayangan semu tersapu
Pikiran pilu sepilu hatiku
Ada apa dengan bungaku
Kau muncul saat kutak mau

Kuikuti kata hatiku
Menggali kisah tanpa awal
Menimbun kisah tanpa akhir

Remang-remang hati bingung
Prasasti lusuh kau singgung
Senyum kemilau ingatan lampau

“Aku rindu persahabatan kita”


Hanya Malam Minggu Itu

Hari itu bak minggu yang lalu
ya, Kurasakan tidak ada bedanya
Tiap detik, menit dan jam pun sama
Serasa de javu di hati yang beku
Rasa baru muncul disambut senja
Senja sore yang cerah dan merekah
Dihiasi arakan kumpulan awan
awan abu-abu dan tariannya
Malam itu benar-benar berbeda
Dunia sepi, Hanya kusendiri
Melewati malam yang sunyi
Dengan hati dan pikiran yang mati
Harapan hidup dihiasi mimpi-mimpi
Mimpi kecil melekat di hati
Satu harapan selimuti pikiran
Aku bangun 2 tahun yang lalu