Kubiarkan berjalan apa adanya
Karena aku seperti itu adanya
Kubiarkan berlari melambat
Karena cepat itu ambisius
Kuberikan separuh hatiku
Karena kau tak pantas menangis
Kuhancurkan separuh jiwaku
Karena tak pantas untukmu
Tapi,
Mengapa tak kau tegur aku
Biar aku tahu arti hidupku
Mengapa tak kau peluk aku
Biar jalan itu hanya satu
Hanya puing berserakan
Terkais dan tertiup angin
Tak terlihat
Tak terasa
Itulah kenangan yang terlupa
Bak pisang mati setelah berbuah
No comments:
Post a Comment