24 Januari 2012 masih tergolong winter untuk daerah dan daerah sub tropis bagian utara khatulistiwa, lintang sama bujurnya lupa. Suasana liburan tahun baru china juga masih bergulir. Stay di dorm, bisa-bisa beku. Jadi, okelah aq daftar ke temen2 PPI untuk ikut pergi ke "HEHUANSHAN MOUNTAIN" yang terletak di Taichung agak ke hualien, Taiwan.
Perjalanan dimulai...
Senin malam atau biasa disebut dengan malam selasa, berangkat dari dorm ke Taichung. Perjalan harus ditempuh dengan Bus-Kereta Api-Bus lagi. 19.55 berangkat ke main gate sebagai salah satu halte bis (jangan bayangin halte bisnya sama dengan shelter transjakarta, halte bisnya cuma berupa tanda seperti rambu2 lalu lintas, g ada atap apalagi petugas, "SELINGAN"). Biasanya jarak antar bisnya cuma 10 menit. Lihat jam sudah menunjukkan 20.30, anginnya kenceng menambah suasana dingin di main gate. Sebenernya ada g sih bisnya ini -.-'. Baru selang 5 menit bisnya muncul dengan kode seperti biasa bis 132 Jhongli - National Central University. Yes, Berangkat. Baru naik bis, ternyata penumpangnya cuma 1. Okelah, mungkin ini efek dari tahun baru cina jadi semua orang pada liburan.
Sampailah di stasiun bis jhongli. mampir bentar di family mart (yang kebetulan masih buka) buat beli beberapa makanan ringan seperti roti, selai dan 2 kotak naicha atau milk tea atau bisa juga teh susu. 21.20 sampe di stasiun kereta api, langsung nyari tiket ke taichung. Fushing adalah pilihan tepat untuk pengiritan. Ternyata dilayanan elektroniknya g ada yg tergolong fushing ke taichung. Akhirnya milih ekspres deh selisih 100 NTD sama yang fushing. Di tiket tertulis 21.42, haduh nunggu lagi nih -.-'. Dalam diam, sendiri kuberpikir, apakah masih ada bis dari taichung station ke Asia University pada jam 23.18 (ditiketnya tertera seperti itu). Dan dengan santainya dijawab sendiri, pasti g ada. Hiyah, pilihan terakhir adalah taxi "dalam hati (pasti mahal ini)".
Tut...tut...tut...(keretanya datang)
Masuk ke gerbong 3 nomer kursi 27 (nomer favorit, hehe6). Sambil menghubungi teman yang sudah nyampe di Asia University. Dan ternyata jawabannya adalah ada 3 orang dari NTUST yang masih di stasiun taichung. Alhamdulillah, masih bisa berbagi. Berbagi harga taxi. Saatnya tidur di kereta, zzzzzz.
10 menit sebelum sampe stasiun taichung. Bersiap untuk menghubungi temen dari NTUST. Alhamdulillah sampe juga. Kami janjian di depan stasiun. Perkenalkan saya pak Mintar, mas Fauzan dan mas Adit Nama saya Anam. Keburu tengah malam langsung manggil taxi. Berikut cuplikannya:
mas F: Bang, ke Asia University berapa?
sopir: 450 dah
mas F: mahal amat 350 yak?
sopir: g bisa mas
mas F: taxi yang disana bisa masak abang g bisa? (taxi yang mana ya???)
sopir: 400 gmn?
mas F: okelah bang.
wusssssssh, berangkat deh.
Dijalan banyak sekali obrolan-obrolan canda'an khas masing-masing kecuali aku, akunya sebagai penikmat aja, hehe6. Mulai dari sibuk itu apa?katanya sitik-sitik fesbuk klo g gitu sitik-sitik bubuk. Trus ada lagi cerita tentang sopir taxi yang ketiduran dan masih banyak lagi yang lainnya yang buat males untuk nulisnya (alasan aja sih). Dan sampailah di Asia University. Disuguhi gedung parlemen yang megah, dinging yang menusuk tulang dan kabut malam menutupi sang rembulan.Saatnya tidur lagi, zzzzzz.
Inilah sedikit foto kampus asia University di pagi hari:
| Asrama Mahasiswa |
| Gedung Parlemen |
| Statue |
| G Ngerti kayaknya sih Perpustakaan |
Persiapan pemberangkatan. 2 bis mini sudah disiapkan. 1 bis berisi 19 orang. Meskipun diguyur hujan, tak menyulutkan niat untuk pergi ke "Hehuanshan Mountain". Hujan rintik-rintik g berhenti sampai ke pegunungan itu. Kemacetan mulai terlihat mengingatkanku pada kota jakarta yang pernah kutinggali. Polusinya juga tercium. Hadooooooh -.-'. Jam 1 siang berkabut sudah terlihat mobil-mobil dengan cat putih diatapnya. Bis berhenti, turun dan jadilah CENDOL. Semua es dimana-mana, serutan es dari langit juga masih kerasa. Ini to SALJU. Baru ngerasain.
Perjalanan menuju puncak.
Perjalanan masih jauh. Sekitar 11 km harus ditempuh untuk menuju puncak. Jalan kaki, karena bisnya g boleh naik. Inilah sedikit rekaman perjalanan menuju puncak:
Ini direkan bersama Bang Azriel, kami berjalan paling jauh sekitar 6 km.
Dan beberapa foto:
| Pemandangan Disekitar Pemberhentian Bis |
| Matahari Ditengah Hujan salju |
| Pohon Bersalju |
| Hati-Hati |
| Pembersih Salju |
| Kilometer 27 |
| Macetnya Minta Ampun |
| Nice |
| Ban Mobil harus dirantai Biar gak Selip |
| Scooter |
| Berdaun Ice |
| Gak Jelas |
| Pemberhentian Bis Sekaligus Tempat Istirahat |
| Puncaknya Disitu |
Perjalanan pulang.
Dari hehuanshan langsung ke stasiun taichung. Sopirnya lagi baik. Pencarian tiket fushing dimulai dan akhirnya ketemu. Taichung-Jhongli 184 NTD, harus koin g boleh kertas. Koin dimasukkan, harus sabar karena kadang-kadang uangnya g nyantol ke mesinnya. 50, 50, 50, 10, 10, 10, 1, 1, 1, 1, pilih untuk berapa orang (pilih 1), kereta apa (fushing, sorry belum diterjemahin Fushing=Local alias kereta Local), Pilih kategori umur (Adult), pilih daerah tujuan (Chungli) dan keluarlah tiketnya. Nyampe di jhongli jam sebelas lebih. Pasti g ada bis. Pilihan terakhir adalah taxi dan harus ditanggung sendiri. Kekampus g mau pake cargo jadi 200 NTD karena di tahun baru cina. Okey, diambil karena lapar dan kantuk sudah menggeluti pikiran. Dan Alhamdulillah sampe di National Central University.
Sekian.
wiiiih, kereeeeen (saljunya)
ReplyDeleteiku suhu berapa mas? nggak uuuuadem gt nek pas bersalju?
Btw patung sing di atas buku raksasa iku jg keren,
Tak sangkakno aq sing keren,..
ReplyDeleteG ngerti bin, tp kisaran 2 - (-5), Biasa ae, malah keringetan aq, jakete ketebelen + mlayu2,..
Apik kan,..
hahah, gt ya... soale dulu pas outbond di coban rais adem e masyaallah, padahal nggak ada salju, yang berarti suhunya masih di atas 0, ato malah sik di atas 5, tapi wes berasa masuk kulkas n beku sampe ke sunsum.
ReplyDeletejadi aq bayangine gimana jadinya kalo daerah yang bersalju sing suhune minus. opo ndak dadi balok es ngunu orange
Yo opo menungso dadi balok bin -.-'
ReplyDeleteTp jarene wong kene malah sejuk i,..
shuttle bus dr taicung brpa jam mas?
ReplyDelete